Menurut cerita dari babad tanah Desa Suradadi atau tutor dari
seorang yang dianggap mengetahui dan tetua desa, melacak sejarah desa
tidaklah mudah karena tidak adanya bukti sejarah maupun prasasti yang di
tinggalkan. Sejarah Desa Suradadi diperkirakan pada zaman sekitar masa
penjajahan Belanda.
Pada dahulu kala ada
sekelompok prajurit dari timur akan menuju ke Sunda Kelapa yang mana
singgah sebentar di Desa Suradadi yang waktu itu masih berupa hutan
belantara, yang mana kehidupan masih sangat primitif. Membuka hutan
untuk di jadikan sebuah perkampungan kecil atau tempat persinggahan,
pada masa itu belum muncul nama Desa Suradadi yang ada hanya hutan, di
situlah para prajurit oleh Mas Purwa mendirikan tempat-tempat untuk
istirahat.
Setelah singgah sebentar di Desa
Suradadi rombongan itu melanjutkan perjalanannya ke Sunda Kelapa untuk
perang melawan penjajah Belanda. Banyak rintangan yang dihadapi oleh
rombongan prajurit yang di pimpin oleh Mas Purwa. Akhirnya sampailah di
Sunda Kelapa dan berperang melawan penjajah Belanda, pasukan mas Purwa
kocar-kacir kalah berperang yang akhirnya pulang kembali ke Desa
Suradadi untuk menyusun rencana selanjutnya.
Ternyata pasukan Belanda mengejar pasukan Mas Purwa sampai di Desa
Suradadi yang masih berupa hutan, terjadilah perang yang sangat dahsyat
yang dikenal dengan perang Daden atau Dadi, karena banyak yang meninggal
Mas Purwa mundur dan bersembumyi. Di daerah itulah Mas Purwa membuka
atau babad alas untuk tempat persembunyian dan sekaligus tempat tinggal.
Karena yang memimpin perang adalah Mas Purwa dan tempat yang dijadikan
untuk berperang sampai titik darah penghabisan dan merupakan saksi
sejarah yang sangat dikenang maka tempat itu adalah sangat suci dan
perangnya bernama perang Daden maka daerah itu dinamakan Suradadi. Yang
artinya Sura adalah tempat suci dan Dadi adalah perang yang sangat
dahsyat. Sedangkan nama Mas Purwa di jadikan nama jalan Purwa.
Jika
dikisahkan tentang penyerangan ke Sundakelapa atau dikenal dengan
Batavia, bisa jadi pasukan Mas Purwa merupakan laskar dari Kasultanan
Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung. Walapun tidak jelas Mas
Purwa termasuk dalam pasukan dari kelompok pasukan di bawah Tumenggung
Bahurekso atau Kyai Rangga atau yang lain. Setidaknya bisa diingat bahwa
pendiri wilayah Desa Suradadi merupakan tokoh prajurit dari kerajaan
Mataram pendukung Sultan Agung yang berupaya mengusir Belanda dari
Batavia